Installing PHP5 with GD lib @ Leopard

May 29th, 2009

Everyone who are trying to get this done on Leopard’s base PHP5 installation, here’s what you do.

  • Open Terminal App
  • Write “cd /private/etc” and press return
  • Use your favorite text editor to open httpd.conf
  • Find this “LoadModule php5_module libexec/apache2/libphp5.so” and add a “#” (no quotes) at the front of the line to comment out Leopard’s default PHP5 library
  • Write “cd /usr/local” and press return
  • Write “sudo curl -O http://www2.entropy.ch/download/php5-5.2.5-6-beta.tar.gz” and press return
  • Write “sudo tar -xzf php5-*-beta.tar.gz” and press return
  • Write “sudo ln -sf /usr/local/php5/entropy-php.conf /etc/apache2/other/+entropy-php.conf” and press return
  • (Optional) Write “rm php5-5.2.5-6-beta.tar.gz” and press return to delete the downloaded archive
  • Write “sudo apachectl restart” and press return

akankah ku bercerita padamu?

May 4th, 2009

kalau di kepalaku ada sesuatu yang akan terjadi
akankah ku bercerita padamu?

kalau itu hal buruk yang akan terjadi
akankah ku bercerita padamu?

kalau itu hal baik yang akan terjadi
akankah ku bercerita padamu?

kalau hal buruk pada dirimu
akankah ku bercerita padamu?

kalau hal buruk pada diriku
akankah ku bercerita padamu?

kalau hal baik pada dirimu
akankah ku bercerita padamu?

kalau hal baik pada diriku
akankah ku bercerita padamu?

akankah kusimpan duka dan kuumbar tawa?

akankah kusingkap ceria dan kupendam tangis?

akankah ku bercerita padamu?

dua kali terima kasih

May 4th, 2009

terima kasih mas
terima kasih

dan ia berlalu ke rumah di seberang perempatan

suara pengamen pria 20 tahunan itu cukup punya karakter, artikulas jelas. tapi medhoknya masih terdengar :P aku lupa dia menyanyi lagu apa, tetapi dia menyanyi lagu yang berbeda di rumah yang berbeda

biasanya aku pedulis setan dengan pengamen yang meracau di saat aku sedang berbasah-basah mencuci mobil/motor. tapi kali itu berbeda, ada sesuatu yang berbeda, entah ada apa pada suaranya.

bergegas, walau dia masih jauh, kuambil 2 keping rupiah dari dalam mobil. bersiap kuberikan kalau dia memetik gitarnya di depan garasi. ternyata, dia tidak menghentikan langkahnya. dia hanya tersenyum dan terus bergerak maju dengan gitarnya di tangan kiri. segera aku bergerak ke arahnya sambil mengulurkan 2 kepingan logam itu. ini mas, sapaku menghentikan langkahnya dan membuatnya menyambut uluran rupiah itu.

senyum cerah tersungging melebar
terima kasih mas
terima kasih

dan hariku sempurna

sabtu, 20090205

tamu tak diundang

May 4th, 2009

selalu datang
tak pernah mau pergi walau diusir kuat-kuat

kenapa tak kau persilahkan saja dia masuk
toh dia akan selalu dan selalu datang

lagi dan lagi dan lagi

Sampah emas

May 4th, 2009

Kemarin, Minggu 2 Mei 2009, setelah DVD player adikku berhasil kupinjam, kutonton juga 3 sekaligus film dari 5 film yang aku pinjam dari seorang teman. Ada satu film yang paling berkesan di otak, “The Curious Case of Benjamin Button”. Sampai detik ini sesungguhnya film itu belum aku tonton secara lengkap, karena aku keburu terlelap :D Jam 2 dinihari aku terbangun dan melanjutkan menonton, tetapi aku membatasi diriku dan jam 3 aku kembali beristirahat.

Apa yang menarik? Yang paling menarik buatku adalah saat ada seorang bayi yang diterima dengan kekecewaan yang luar biasa karena wujud fisiknya yang buruk, namun bayi yang sama diterima dengan sukacita yang luar biasa oleh orang lain. Bayi itu dibuang laksana sampah, tapi juga dicinta laksana emas.

Sampah mu adalah emas ku!!! Ya, mampukah aku melihat emas itu?