untitled
February 27th, 2008
aku mencoba menangkap kelebatmu
satu detik pada satu masa
ah, kenapa terlalu cepat
bergegas, akan ke manakah?
sempat kuteriakkan sapa
tapi apalah itu dibanding gemuruh
suara-suara asing yang pekak buatku
seperti bisik, menelan sapaku
di bawah redup lampu jalan
kembaliku pada kesadaran
bahwa esok kau pasti datang
secepat kau pergi hari ini