Sebuah perenungan untukku
Sampai kapan aku berharap dalam doaku?
Apakah kan berhenti saat ku merasa Dia menjauh?
Apakah hilang asa saat Dia seperti menolak aku?
Apakah berpaling saat yang lain seolah memberi jawab?
Aku akan berharap
sampai habis waktuku,
sampai Dia menjawabku.
Saat aku bicara
Bukan mulut tapi hatiku yang bersenandung.
Bukan mata tapi jiwaku yang menari.
Dan bukan inginku semata untuk kuasaimu di sepenggal detik kehidupan.
Ya, rindu itu ada.
Ya, dan itu untukmu.
261020060050
Weblogs | Comment (0)Walaupun, bukan jika
Ya, Tuhan mengajarku bagaimana berbahagia yang sebenarnya.
Bahagia yang ‘walaupun’, bukan bahagia yang ‘jika’.
Ya, Dia menarik segala sumber sukacita semu dalam hidupku,
sehatku,
hartaku,
tahtaku,
kasihku,
sampai hanya tinggal aku tersimpuh di hadapan-Nya.
Terima kasih Tuhan,
Kau buka kesadaranku.
E.G.O
kawan
sadarkah
kalau kau sedang berdiri di tepian jurang berdasar cadas
tanah yang kau pijak rapuh
angin kuat menerpamu
kawan
kuharap suaraku nyaring terdengar
aku terikat di sini oleh egomu
teriakku hanya ini
selamatkan dirimu
kawan
langkahmu tegap dan pasti
tetapi arahmu salah
ah, ternyata
tidakkah kau dengar
bukan hanya aku berteriak
ada mereka juga
mereka yang mengasihimu
tetapi
kenapa kau seperti tak mendengar???
ditulis untuk kamu yang berjalan pasti menuju kehancuranmu
selalu ada waktu untuk berbalik arah